Showing posts with label Kultum. Show all posts
Showing posts with label Kultum. Show all posts

Thursday, 22 October 2015

Mencari Kebahagiaan Hidup dengan 10 Kecerdasan Ekologis dalam Al-Qur'an

Oleh: Fauzan Anwar Sandiah

Kecerdasan Islam ekologis (ecology Islam Quotient) pada dasarnya adalah sebuah panduan yang mengajak manusia untuk sadar bahwa syarat awal untuk menjadi “orang-orang yang beriman” (mu’min) adalah pengakuan bahwa Allah Swt merupakan Tuhan ekosistem lingkungan yang harmonis. Allah Swt merupakan pencipta langit dan bumi, serta pengatur ekosistem yang menyerahkan amanah pengelolaan bumi kepada manusia.

Syarat pertama manusia dilepas ke muka bumi adalah perintah untuk mempelajari nama benda-benda. Nabi Adam dituntun oleh Allah untuk mengucapkan benda-benda. Perintah qalam untuk Nabi Adam, juga dilakukan kepada Nabi Muhammad dengan Iqra. Perintah Qalam sebab manusia harus memulai kesadaran baru, sedangkan perintah Iqra agar manusia mulai berbenah diri atas kebahagian yang hendak dicapainya.

  1. Surat al-Mu’min ayat 64: “Allah-lah yang menjadikan bumi untukmu sebagai tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentukmu lalu memperindah rupamu serta memberimu rezeki dari yang baik-baik. Demikianlah Allah, Tuhanmu, Mahasuci Allah Tuhan seluruh alam.”
  2. Surat al-An'am ayat 99 : "Dan Dialah yang menurunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dari dari mayang kurma, mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serua dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah, dan menjadi masak. Sungguh pada demikian itu ada tanda-tanda (Kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.”
  3. Surat al-An'am ayat 165: "Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan Dia mengangkat (derajat) sebagian kamu di atas yang lain, untuk mengujimu atas (karunia) yang diberikan-Nya kepadamu. sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat memberi hukuman dan sungguh, Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.
  4. Surat al-An’am ayat 38: “Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami lupakan di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan.”
  5. Surat al-Qasas ayat 77: "...berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di Bumi. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan."
  6. Surat al-Baqarah ayat 60: "...makan dan minumlah dari rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berbuat kerusakan.
  7. Surat ar-Rum ayat 41: "telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia.."
  8. Surat al-Azhab ayat 72: "sesungguhnya kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh."
  9. Surat an-Nahl ayat 65: "Dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi yang demikian tu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran)"
  10. Surat Qaf ayat 9: "Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah, lalu Kami tumbuhkan dengan (air) itu pepohonan yang rindang dan biji-bijian yang dapat dipanen."

Wednesday, 14 October 2015

7 Rukun Islam Ekologis; Cara Hidup Bahagia Ekologis dan Islami

Oleh: Fauzan Anwar Sandiah

Islam pada dasarnya merupakan ajaran yang menawarkan konsep peningkatan kualitas hidup yang bertopang pada ajaran untuk mengikuti kebenaran. Termasuk di dalamnya adalah pengakuan bahwa Allah maha benar dan maha mulia sebab telah menciptakan alam semesta menurut aturannya tertentu.

Aturan itu telah menciptakan kehidupan yang harmonis antara manusia, dan lingkungan hidup sebagai bagian dari ekosistem alam semesta. Oleh karena itu, Allah memerintahkan manusia menjadi khalifah fi al-ardh sebab fungsi manusia di alam semesta adalah menjaga, dan merawat lingkungan.

Setiap nabi, selalu punya tugas dan fungsi ekologis. Nabi Nuh, diperintahkan untuk menyelamatkan hewan, tumbuhan, dan manusia yang berbakti untuk Allah dari kekecauan yang ditimbulkan oleh sikap eksploitatif sekelompok manusia di zaman itu seperti mencemari air, membabat hutan karena keserakahan, dan memperbudak manusia.

Nabi Sulaiman, yang mampu berinteraksi dengan lingkungan, termasuk hewan-hewan. Nabi Sulaiman memperoleh informasi dari lingkungan tentang kejahatan-kejahatan manusia. Nabi Muhammad adalah seorang pengembala yang berkasih terhadap gembalaannya serta memerintahkan pengikutnya untuk menjaga perempuan, anak-anak, dan lingkungan sekalipun dalam masa perang.

Merawat dan menjaga lingkungan berfungsi bagi peningkatan kebahagiaan dan kesejahteraan manusia. Berbanding dengan sikap eksploitatif manusia terhadap lingkungan dapat memicu kerugian bagi kehidupan manusia itu sendiri. Meretakkan alam berarti meretakkan manusia.

Tujuh rukun Islam Ekologis ala Rumah Baca Komunitas di bawah ini disusun dalam rangka kampanye ekoliterasi.

  1. Merawat alam adalah tugas manusia sebagai khalifah fi al-ardh
  2. Amal jariyah ekologis adalah aktivitas perawatan ekologi yang punya daya replikasi karena manfaat dan kegunaannya bagi alam semesta yang tak putus.
  3. Seorang hamba Allah yang baik adalah yang mampu menjaga alam sebagaimana dia menjaga hubungan yang baik dengan sesama manusia.
  4. Prinsip agama Islam menjelaskan tiga hal yang tak boleh dirusak; Perempuan, anak-anak, dan lingkungan.
  5. Memanfaatan air sisa wudhu untuk keperluan menjaga unsur hara tanah. caranya ialah dengan menampungnya untuk keperluan membasahi tanah kering atau tandus. di beberapa Masjid model seperti ini sudah dilakukan dalam rangka mengurangi dampak tanah kering akibat kemarau.
  6. Menjaga kualitas kristal air dengan pemanfaatan yang beradab, artinya digunakan untuk perihal yang bermanfaat, tak mubazir, dan digunakan untuk kepentingan banyak orang.
  7. Islam mengajarkan bahwa air, udara, dan tanah adalah wujud kasih sayang Allah terhadap manusia. Air, udara, dan tanah digunakan bebas oleh manusia untuk menopang kehidupannya. merawat air, udara, dan tanah berarti merawat kasih sayang Tuhan terhadap manusia, termasuk menjaganya dari proses eksploitasi dan komodifikasi.